renungan di siang hari

aku ingat benar seorang bijak pernah berkata padaku ” apakah sudah cukup kasih sayang yang kau berikan pada ibu dan adikmu, pada saudara-sudaramu? hingga kau bagi-bagikan kasihmu pada orang yang belum berhak atas rasamu?” (dengan sedikit perubahan maaf sudah lupa detailnya) dan aku berfikir, sudah ku penuhikah kewajibanku menyenangkan ibu dan adikku? hingga ku begitu ingin membuat bahagia oarng yang belum tentu Allah ridho akannya?, sudahkah ku berikan hadiah terindah untuk ibu dan adikku? sesungguhnya mereka lebih berhak akanku, tapi aku begitu ingin memberi hadiah terindah dan termahal yang mampu kuberi untuk dia yang bukan siapa-siapa bagiku. tapi aku hanya manusia, sungguh wajar bila aku jatuh cinta. sungguh miris ketika kulihat disekelilingku, banyak sekali gadis bodoh seperti diri ini yang memandang cinta adalah segalanya. hingga rela membohongi ibunya, orang yang selama ini begitu tulus mencintainya. hingga dia rela berikan semua demi orang yang belum tentu akan berjodoh dengannya.bahkan yang lebih parah, bila cinta itu membuatnya lupa kan cinta yang maha suci, cinta Allah pada umat-Nya, sekalipun umat itu lupa pada-Nya, tak sekalipun Allah berhenti mencintainya. ingin sekali aku katakan pada mereka, ingatlah kawan, kita tak pernah tahu sampai kapan kita diberi waktu untuk membalas kasih yang diberikan oleh keluarga kita, kita tak pernah tahu, bila sekarang kita bahagia dengan cinta semu, ternyata 1 jam lagi adalah detik terakhir hidup kita dan kita belum sempat memberi yang terbaik untuk keluarga kita. sungguh kita tak pernah tahu. boleh saja kita kita jatuh cinta, ini adalah fitrah. tapi apakah cinta kita sudah benar? apakah cinta kita diridhoi oleh-Nya. mungkin cinta memang tak salah tapi apakah demikian juga dengan pemenuhan cinta itu? sudahkah berjalan di jalan yang benar? karena aku tahu cinta hanya butuh dua hal yakni, ” orang yang tepat dan waktu yang tepat”. maka selagi waktu yang tepat itu belum datang, maka kan manfaatkan waktumu untuk memberi cinta dan kasih hanya pada yang halal, pada keluarga, pada adik, pada saudara dan pada sahabat. ingin sekalikukatakan tapi aku tak berani, kaena kau belum sebenar itu dalam mengelola hati. tapi aku akan berusaha, aku tak ingin cintaku ternoda, aku hanya ingin cintaku berada dijalan yang benar. maka kumohon bantulah aku teman, aku hanyalah orang yang lemah, dan tak berkuasa atas segala kepastian… maka biarkan aku mencoba…

1 Response so far »

  1. 1

    saynothings said,

    hey………….aku sekarang dah bisa ngerti
    everythings that separate us….
    jika hanya dengan meninggalkanmu, kamu bisa bahagia..
    aku kan mencoba kuat……
    aku kan mencoba mengerti…..

    cicicuwit: semoga bahagia……………


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words