Archive for July 15, 2008

kenapa masuk islam

Alhamdulillah aku dilahirkan dalam keluarga muslim. Walau aku bukan umat yang baik tapi aku kini bersyukur masih diberi banyak kesempatan untuk memperbaiki diri. Kebetuln kemarin aku membeli buku, dan kau sangat terkesan degna buku tersebut. “ Mengapa Saya Masuk Islam?” , di dalamnya terdapat tidak kurang dari 100 pengakuan para mualaf. Mereka yang oleh Allah SWT diberikan hidayah untuk berada di jaln yang benar. Menjadi umat Muhammad SAW.
Perasaanku campur aduk ketika aku membacanya, syukur, merasa malu, merasa bodoh, jauh dari kesempurnaan(pasti lah… ). Aku bersyukur karena aku terlahir sebagai muslimah, bersyukur karena aku diberikan kesempatan memeluk Islam tanpa susah payah, bersyukur karena aku agama yang aku peluk sedari lahir adalah satu-satunya agama yang bnar dihadapan Allah SWT, Tuhan semesta alam, bersyukur hidup di lingkungan yang membuatku tenang dan damai dalam menjalani keyakinanku dan ibadahku pada-Nya.
Tapi disamping rasa syukurku, aku merasa sangat berdosa dan sangat menyesal. Sebegitu banyak nikmat yang Allah limpahkan padaku tapi aku masih jauh dari kesempurnaan beribadah pada-Nya. Masih begitu banyak waktu yang kulalui sia-sia, waktu yang seharusnya aku manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mendekatkan diri pada-Nya. Dengan membabaca tentang pengalamna rohani para mualaf ini aku semakin merasa diri ini penuh dengan dosa.
Aku masuk Islam adalah karean orang tuaku adalah pemeluk Islam. Aku memeluk Islam dengan begitu saja, sehingga dulu aku menganggap memang beginilah seharusnya manusia hidup. Yang aku tahu tentang Islam hanyalah sebatas shalat, puasa, zakat. Aku hanya mengenal Allah dari pmbelajaran saja, bukan dari hatiku. Aku malu, mereka yang baru masuk Islam karena memang mereka yakin akan keMahaan-Nya. Mereka yang memeluk Islam karena mereka mengenal Allah dari hati mereka. Sungguh beruntung mereka….
Sungguh aku kagum dengan para mualaf ini. Bahkan aku yakin keyakinan mereka dan keimanan mereka pada-Nya bisa melebihi keyakinan dan keimanan orang yang menjadi muslim semenjak lahir adan menjadi muslim karena warisan orang tuanya saja. Ingin sekali aku melihat secara langsung ada seseorang yang semula non muslim memeluk Islam dengan penuh keyakinan, penuh keimanan dan murni semua karena Allah. Sayang aku belum pernah melihatnya, bahkan nenekku sendiri pun masih menjadi umat Yesus ( Aku mohonkan doa untuk beliau semoga Allah mebukakan pintu hidayah baginya).

sekarang aku tanya padamu, kenapa kamu masuk Islam?

Comments (5) »

renungan di siang hari

aku ingat benar seorang bijak pernah berkata padaku ” apakah sudah cukup kasih sayang yang kau berikan pada ibu dan adikmu, pada saudara-sudaramu? hingga kau bagi-bagikan kasihmu pada orang yang belum berhak atas rasamu?” (dengan sedikit perubahan maaf sudah lupa detailnya) dan aku berfikir, sudah ku penuhikah kewajibanku menyenangkan ibu dan adikku? hingga ku begitu ingin membuat bahagia oarng yang belum tentu Allah ridho akannya?, sudahkah ku berikan hadiah terindah untuk ibu dan adikku? sesungguhnya mereka lebih berhak akanku, tapi aku begitu ingin memberi hadiah terindah dan termahal yang mampu kuberi untuk dia yang bukan siapa-siapa bagiku. tapi aku hanya manusia, sungguh wajar bila aku jatuh cinta. sungguh miris ketika kulihat disekelilingku, banyak sekali gadis bodoh seperti diri ini yang memandang cinta adalah segalanya. hingga rela membohongi ibunya, orang yang selama ini begitu tulus mencintainya. hingga dia rela berikan semua demi orang yang belum tentu akan berjodoh dengannya.bahkan yang lebih parah, bila cinta itu membuatnya lupa kan cinta yang maha suci, cinta Allah pada umat-Nya, sekalipun umat itu lupa pada-Nya, tak sekalipun Allah berhenti mencintainya. ingin sekali aku katakan pada mereka, ingatlah kawan, kita tak pernah tahu sampai kapan kita diberi waktu untuk membalas kasih yang diberikan oleh keluarga kita, kita tak pernah tahu, bila sekarang kita bahagia dengan cinta semu, ternyata 1 jam lagi adalah detik terakhir hidup kita dan kita belum sempat memberi yang terbaik untuk keluarga kita. sungguh kita tak pernah tahu. boleh saja kita kita jatuh cinta, ini adalah fitrah. tapi apakah cinta kita sudah benar? apakah cinta kita diridhoi oleh-Nya. mungkin cinta memang tak salah tapi apakah demikian juga dengan pemenuhan cinta itu? sudahkah berjalan di jalan yang benar? karena aku tahu cinta hanya butuh dua hal yakni, ” orang yang tepat dan waktu yang tepat”. maka selagi waktu yang tepat itu belum datang, maka kan manfaatkan waktumu untuk memberi cinta dan kasih hanya pada yang halal, pada keluarga, pada adik, pada saudara dan pada sahabat. ingin sekalikukatakan tapi aku tak berani, kaena kau belum sebenar itu dalam mengelola hati. tapi aku akan berusaha, aku tak ingin cintaku ternoda, aku hanya ingin cintaku berada dijalan yang benar. maka kumohon bantulah aku teman, aku hanyalah orang yang lemah, dan tak berkuasa atas segala kepastian… maka biarkan aku mencoba…

Comments (1) »